Detail

Thumbnail : As Long as the Lemon Trees Grow

As Long as the Lemon Trees Grow

Zoulfa Katouh 6x dilihat ~ 14.5 jam waktu baca

Deskripsi

Kisah berpusat pada Salama Kassab, seorang gadis berusia 18 tahun di Homs, Suriah. Sebelum perang meletus, Salama adalah seorang mahasiswa farmasi yang memiliki kehidupan normal dan bahagia. Namun, konflik memaksa Salama secara mendadak menjadi relawan medis di rumah sakit setempat, menangani korban luka-luka dan bom setiap harinya.

Salama kehilangan hampir seluruh keluarganya akibat perang—ibunya tewas dalam bom, ayahnya dan saudaranya ditangkap—dan kini ia tinggal bersama Layla, kakak iparnya yang sedang hamil tua.

Salama terjebak dalam dilema besar: Haruskah ia tetap tinggal di Suriah untuk menolong sebangsanya yang terluka, atau melarikan diri melintasi Laut Mediterania demi menyelamatkan nyawa Layla dan bayi yang dikandungnya?

Di tengah krisis emosional ini, Salama menderita trauma berat (PTSD) yang diwujudkan dalam bentuk halusinasi visual sesosok pria fiktif bernama Khawf (yang berarti "Rasa Takut" dalam bahasa Arab). Khawf terus-menerus menakut-nakutinya dengan gambaran buruk perang agar Salama segera pergi dari Suriah.

Situasi bertambah kompleks ketika Salama bertemu dengan Kenan, seorang pemuda idealis yang merekam kenyataan pahit di Suriah dan mengunggahnya ke dunia luar agar suara rakyat Suriah didengar. Pertemuan dengan Kenan menumbuhkan benih-benih harapan dan cinta di hati Salama.

Garis Besar & Tema Utama

  1. Perjuangan Melawan Trauma (Mental Health & PTSD)

    • Penderitaan Salama menggambarkan dampak psikologis yang dialami para penyintas perang. Sosok Khawf menjadi manifestasi fisik dari rasa bersalah, kecemasan, dan trauma yang berusaha ia kendalikan.

  2. Dilema Antara Keberanian dan Penyelamatan Diri

    • Konflik batin para pengungsi ditampilkan secara nyata: keputusan untuk pergi dari tanah air bukanlah karena tidak mencintai negerinya, melainkan bentuk pertahanan hidup mendasar.

  3. Cinta, Harapan, dan Ketahanan Jiwa (Resilience)

    • Di tengah kehancuran, hubungan antara Salama dan Kenan menghadirkan sedikit secercah kehangatan dan keindahan. Kehadiran cinta memberi mereka alasan untuk terus bertahan dan bermimpi tentang masa depan yang damai.

Pesan Kunci & Filosofi Judul

  • Pohon Lemon Sebagai Simbol Harapan: Judul buku ini diambil dari pepatah Suriah yang menyimbolkan bahwa betapa pun hancurnya suatu negeri oleh Perang, keindahan, harapan, dan kebebasan akan selalu tumbuh kembali—sebagaimana pohon-pohon lemon di Suriah yang akan terus berbuah.

  • Membuka Mata Dunia: Novel ini menjadi suara bagi jutaan pengungsi dan korban perang Suriah, mengingatkan pembaca bahwa di balik angka statistik konflik, ada manusia nyata dengan kisah, cinta, dan impian mereka sendiri.

Kesimpulan: As Long as the Lemon Trees Grow adalah novel yang sangat emosional, menyayat hati, namun penuh pencerahan dan kehangatan. Cocok bagi pembaca yang menyukai novel roman emosional dengan latar belakang sejarah/sosial yang kuat seperti The Kite Runner.

Eksemplar

  • Pemilik : Primakara University, Tersedia : 1, Dipinjam : 0
Booking

Fiksi Inggris

Call Number : 798 Kat a Klasifikasi : Buku Fiksi ISSN/ISBN : 978-602-441-390-3 Edisi : 1 Jumlah Halaman : 512 Pengarang : Zoulfa Katouh Penerbit : Mizan Tempat Diterbitkan : Bandung Tahun Terbit : 2025 Tanggal Masuk Pustaka : 22 Oct 2026

Komentar

Berkomentarlah selalu dengan bahasa yang sopan

Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar!
Login
…
Primakara Library

Perpustakaan Online Primakara University

Jam Buka
Senin : 07:30 s/d 21:00
Selasa : 07:30 s/d 21:00
Rabu : 07:30 s/d 21:00
Kamis : 07:30 s/d 21:00
Jum'at : 07:30 s/d 21:00
Sabtu : Tutup
Minggu : Tutup